BREAKING NEWS

Sepenggal Cerita Susur Pantai

Melepas lelah setelah menyusuri pantai (dok. gandawesi)
Cuaca cerah, deburan ombak dan kicauan burung pantai membangunkan kami, sejenak kami mencoba mengingat-ngingat perjalanan semalam, rasanya kami tidak percaya kalau perjalanan melelahkan semalam memakai kendaraan umum itu terbayar oleh panorama pantai pagi hari yang terkesan ramah dan sejuk, matahari masih setengah tiang di timur. Perjalanan dari Bandung ke Pameungpeuk dengan kendaraan umum itu menghabiskan waktu sekitar 6 jam, melewati bukit dan gunung–gunung serta kota–kota kecil sepanjang perjalanan seperti Cikajang, Bayongbong, Leles, Kadungora, dan Cisompet.
Kami akan melakukan perjalanan panjang melewati sungai, teluk dan tanjung sepanjang jalur Pantai Santolo di Pameungpeuk sampai Taman Manalusu di Cimari, sebanyak 10 orang termasuk aku, dengan berbekal pengalaman serta studi literatur tentang jalur yang akan kami lewati serta kebutuhan–kebutuhan selama perjalanan. Kami berangkat setelah melewati masa persiapan selama hampir 1 bulan penuh. Persiapan yang ternyata tidak mudah terpaksa kami lakukan begitu ketat termasuk pada kesiapan fisik dan mental.
Santolo (dok. gandawesi.or.id)
Dimulai dari pantai Santolo sebagai titik awal kami, pemandangan laut yang jernih, pasir putih langsung menyambut perjalanan kami, terik matahari belum dirasakan menyengat membakar kulit, maklum hari masih pagi. Pantai Santolo terkenal dengan stasiun LAPAN dan tempat peluncuran roket, ini pula yang kami temui saat awal datang. Selain itu Pantai Santolo juga adalah salah satu tempat wisata di daerah Garut Selatan tepatnya di kecamatan Cikelet, beberapa diantaranya Sayang Heulang, Cibaluk, Sancang lalu Karang Papak, Taman Manalusu yang nanti akan kami lewati. Khusus untuk pantai Sayang Heulang, Cibaluk dan Sancang tidak akan kami lewati karena berada di arah timur, sementara tujuan kami adalah perjalanan ke arah Barat.
Di gerbang masuk menuju pantai, monumen roket kelihatan jelas berada di muka kantor LAPAN. Objek ini juga sering dijadikan sebagai objek wisata ilmiah, penelitian-penelitian yang dilakukan di pantai ini pun ternyata begitu menarik. Dari segi pariwisata, pantai Santolo termasuk salah satu aset andalan kabupaten Garut tepatnya di kecamatan Pameungpeuk.
Kami yang berproses selama perjalanan (dok. gandawesi.or,id)

Santolo, sebagian penduduk menyebutnya dengan nama Pantai Cilauteureun, sebuah nama yang unik sengaja disesuaikan dengan karakteristik lokasi tersebut. Keunikan yang diintegrasikan dalam nama daerah itu, (Cilaut = air laut, eureun=berhenti.  Red Sunda). Cilauteureun memang terlihat air sungainya berhenti, ini dikarenakan letak ketinggian air laut lebih tinggi dari air sungai itu sendiri. Ketinggian yang beda ini terlihat dari adanya Curug yang mengalirkan air asin laut ke muara sungai. Untuk bisa melihat Curug tersebut, bisa dilalui dengan jasa penduduk memakau perahu tongkang, atau lewat jalur darat dari arah Pantai Sayang Heulang.
Hanya 30 menit diatas perahu sudah tampak curug yang dimaksudkan. Memang, terlihat kecil tapi begitu indah, setelah turun dari perahu tongkang, didepan sudah menunggu hamparan pasir putih alami yang indah. Di pinggir kami hamparan terumbu karang yang di hiasi dengan ikan-ikan kecil dengan warna yang beragam. Tiga tempat yang kami rekam saat ini terdiri dari Pelabuhan Santolo sebagai start perjalanan kami, lalu Karang Papak dan Taman Manalusu. Sementara ini, kami hanya melewati sekejap saja perjalanan, mencatat keunikan dan menikmati perjalanan di pinggir pantai Jawa Barat.
Bertemu masyarakat dan bertegur sapa menjadi sebuah keindahan (dok. gandawesi.or.id)

Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 gandawesi.or.id. Designed by OddThemes