BREAKING NEWS

Fotografi

Lingkungan

FPTK

17 Agustusan di Gunung Guntur Bersama Anak

Cerita 17an di Gunung Guntur - Garut, Jawa Barat yang dilaksanakan pada 16-17 Agustus 2018 adalah catatan seorang anggota Gandawesi Matt Danro

Sekitar Tahun 2011 bulan Juni setelah lahir anak laki-laki pertama saya, di temani team 2 org melakukan pendakian ke gunung guntur, Garut. Ceritanya sih bukan janji atau nadzar seperti biasanya tapi hanya berucap kalau anak pertama lahir laki-laki mau naik gunung ah, ucapku spontan waktu itu. Lalu berharap bisa bareng dia naik gunung ke guntur lagi. Insyaalloh

Mahasabdika Yawabumi ( Aa ) nama anak laki-laki pertama saya yang di maksud di atas. Sekarang dia berumur 7 tahun. 1 bulan sebelum hari kemerdekaan 2018 dia selalu bertanya tentang mendaki gunung dan ingin di belikan tas gendong outdoor. Ya sudah saya belikan aja biar dia semangat untuk tahu apa yg dibutuhkan ketika mendaki.

Pada akhirnya dengan niat dan ucap Bismillah saya berangkat ke Garut untuk melakukan pendakian. Gunung Guntur adalah gunung pertama yang akan didaki oleh anak saya, walaupun sering saya ajak hikking tapi ini yang pertama buat anak saya. 

Pendakian kali ini hanya untuk melatih, seberapa kuat mental serta kesabaran diri saya ketika mendaki dengan anak sendiri. Dan keingintahuan akan mental serta fisik anak laki-laki pertama saya.


Memang sangat berbeda sekali ketika kita mendaki dengan team pendaki, mereka sudah mengerti apa yg perlu di siapakan dan yang harus di bawa, berbeda dengan kita membawa anak di bawah umur. Ada beberapa hal yg perlu di perhatikan ketika kita membawa anak di bawah umur :

1. Pelajari dan cari info gunung mana yang bersahabat untuk anak di bawah umur
2. Persiapkan logistik yang efektif dan taktis untuk di bawa
3. Bawa perbekalan yg memang dia sukai termasuk snack atau makanan ringan lainnya
4. Bawa obat-obatan yg sekiranya berguna
5. Usahakan fisik kita 2 kali lebih kuat dari biasanya
6. Biasakan berdoa sebelum dan sesudah melakukan perjalanan atau berkegiatan apapun
7. Lakukan percakapan santai serta menghibur ketika dalam perjalanan, bahas hal yang memang sedang dia kagumi seperti SPIDERMAN kalau anak saya (dinamika perjalanan)


8. Informasikan hal-hal yang ditemui di perjalanan, mana saja yang boleh atau tidak boleh dilakukan ( seperti mencorat-coret di batu/ vandalisme, buang sampah serta etika buang hajat ) untuk mengedukasi dia
9. Jangan terlalu sering menyampaikan harapan palsu, seperti bentar lagi nyampe dll. Anak akan jenuh dan drop.
10. Ketika drop, bolehlah sekali kali kita evakuasi/ gendong untuk jarak dekat saja dan terus kita motivasi lagi
11. Berikan asupan makanan sebelum tidur untuk menghindari dehidrasi dan sebelum summit untuk menambah energy extra
12. Selalu dampingi dan awasi setiap gerak-geriknya
13. Jangan terlalu memaksakan berjalan ketika sedang drop. Istirahat saja dulu Karena perjalanan ini harus pulang kembali dengan sehat dan selamat
14. Sekali kali berikan pujian utk dia ketia ada 1 pencapaian
15. Pastikan semunya dalam kondisi baik dan benar karena tujuan kita hanya untuk belajar menghargai serta menikmati alam ciptaanNya



Terharu memang melihat semangat serta perjuangannya lalui trek demi trek yang awam serta bahaya utk anak di bawah umur. Tapi saya percaya pada saat itu klo anak saya mampu.





Bangga tersirat dalam jiwa raga saya menyaksikan anak saya bisa melakukan perjalanan yang tidak biasa. Disini saya sebagai ayahnya dan sewaktu waktu saya memposisikan sebagai teman buat dia. Supaya dia bisa belajar membedakan segalanya. Ini moment terbaiku selama mendaki gunung dan pelajaran berharga yg tak akan hilang di telan waktu.

Terima kasih Alloh SWT
Terima kasih keluarga kecilku

Salam Lestari




Dirgahayu Republik Indonesia! RI73

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa

Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata

Photo Galih Yusup Laksana!

Segenap redaksi gandawesi mengucapkan dirgahayu 73 Republik Indonesia.
Indonesia tetap jaya!
Gandawesi tetap jaya!


Menikmati Kebersamaan di Curug Malela

Menikmati Kebersamaan di Curug Malela
Oleh Mien Riesa Mintarsyah*) 

Olah raga kita minggu ini menyambangi daerah yang dekat saja biar tidak terlalu menyita waktu, dan pagi tadi pilihannya menyusuri Kabupaten Bandung Barat dengan tujuan Curug Malela. 

Curug atau air terjun Malela tepatnya berlokasi di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga Gunung Halu, bila ditempuh menggunakan  kendaraan dari kota Bandung normalnya tiga jam, dan kita tadi pagi dengan kondisi lalin lancar jaya tepat tiga jam sudah sampai lokasi air terjun Malela. 

Rute perjalanan kita dari arah Bandung menyusuri kota Cimahi- Batu jajar- Cihampelas- Gunung Halu- Buni Jaya- Curug Malela. 
 
Kami beranggapan jarak tempuh perjalanan kali ini dekat maka komandan mengajak pasukan dengan formasi lengkap menggunakan roda dua, namun ternyata anggapan itu keliru. Ternyata jarak tempuh menuju curug malela jauhhhhhh!

Komandan yang biasa nyantai mengandalkan GPS  sebagai petunjuk arah kali ini di buatnya galau, tiga kali ia bertanya, dan pada orang terakhir yang ditanya memberikan keterangan jarak tempuh curug Malela masih berjarak 20-25 km.

Perlahan tapi pasti setelah tiga jam perjalanan akhirnya sampai juga di lokasi. Namun jangan khawatir merasa jenuh selama perjalanan karena selama melintasi jalan menuju lokasi kita akan disuguhi lanskap alam yang sedap dipandang mata. Seperti hamparan sawah yang terbentang hijau sejauh mata memandang atau saat melintasi perkebunan teh Montaya dengan beberapa rumah kontrak teh peninggalan jaman Belanda di daerah Sindang Kerta. Pokonya gak rugi deh jauh juga. 

Curug Malela dari kejauhan. Tampak megah dan menantang!


Setiba dilokasi sebelum menuruni anak tangga selanjutnya kita akan menemui loket pembelian tiket masuk seharga lima ribu rupiah perorang. Bagi yang ingin soliskan. Di sekitar lokasi tempat penjualan tiket tersedia toilet, mushola dan warung-warung yang menjual makanan dan minuman. Kita bisa beristirahat dan solat disini sebelum melanjutkan perjalanan menuju curug. 

Menuruni anak tangga yang terkenal dengan  tangga seribunya untuk menuju curug atau air terjun bisa ditempuh waktu normalnya selama 15 menit saat turun dan untuk naik 20 menit karena medan menanjak nafas pasti agak sesak dibandingkan saat menuruni trek. 

Curug Malela dengan ketinggian enam puluh meter, lebar tujuh puluh meter memiliki lima buah air terjun nampak indah baik di lihat dari kejauhan apalagi saat di datangi ke bawah bermain air dan untuk berselfi ria bisa menjadi penawar lelahnya saat perjalanan pokoknya  gak menyesal deh bagi yang penasaran ingin mengunjunginya. 



Pulangnya jika ingin mengisi amunisi sebagai pengganti energi yang telah terkuras kita bisa menikmati aneka hidangan olahan ikan  air tawar di tepi bendungan Cirata diperlintasaan lalin saat kita pulang. Masalah harga relatif, tapi menurut kami termasuk murmer. 😁

Satu hal dari perjalanan hari ini adalah sepertinya aku lebih memilih berjalan kaki delapan jam dibandingkan dengan menggunakan motor selama enam jam. Oke lah lutut aman dan terbebas dari kepayahan, nafas aman tak perlu tersegal dan sesak tapi ampiyun. Ini yang namanya badan serasa remuk redam dihajar medan jalan berbatu atau saat melintasi jalan raya perkampungan  polisi tidurnya "renyek" dengan ketinggian semau gue dan jarak yang berdekatan. 

Kebersamaan yang tak lekang oleh waktu (foto by Mien Riesa Mintarsih)

Syukur Alhamdulillah untuk nikmat hari ini. Buat  kawan seperjalanan semoga di lain waktu kita bisa bersama kembali menikmati sensasi alam di tempat yang berbeda senang hari ini bisa berbagi bahagia dengan kalian. 

Mien Riesa Mintarsyah adalah anggota Gandawesi


Charity For Lombok

Charity For Lombok!
Gandawesi membuka pos bantuan untuk Lombok. 
Bantuan bisa disalurkan langsung ke sekretarian Gandawesi di FPTK Universitas Pendidikan Indonesia. Jalan Dr Setiabudi 207 Bandung.
Salurkan juga bantuan anda melalui rekening ke:

BJB 00746061044100 atas nama Gandawesi



Bantuan anda sangat besar untuk saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah.


Gandawesi Di Tembok Besar China

Tembok Besar China atau Tiongkok adalah salah satu keajaiban dunia yang terbentang hampir sepanjang negeri Tiongkok. Tembok besar ini dibangun untuk menghalau serangan yang datang dari Mongolia terutama pasukan yang dipimpin oleh Gengiskhan.

Seorang Gandawesi, di manapun berada selalu membawa semangat penjelajahan yang terus ditumbuhkan. 

Slogan tak resmi "kuliah tong ngaganggu ulin" ini seolah melekat dalam diri barudak Gandawesi. Cukup mengubah kata bagian depan kata kerja lainnya semacam 'pekerjaan', 'kerja', 'menikah', 'menjomblo, dan atau apapun itu prinsipnya tidak mengganggu kesenangan 'ulin' atau bermain.

Adalah Rizky atau di Gandawesi dan teman-teman kuliahnya dikenal dengan nama akrab 'Kay' berkesempatan mengunjungi Tembok Besar Tiongkok ini pada bulan Juli 2018 yang lalu. Inilah dokumentasi kala ia mengunjungi Tembok Besar China yang sekarang disebut Tembok Besar Tiongkok.


Gandawesi Di Tembok Besar China


Asyik kan? Yuk kita traveling bersama Gandawesi! 


Tertarik menulis untuk www.gandawesi.or.id sila kirim artikel ke bermainkreatif@gmail.com 


Pendakian Gunung Gede Pangrango Yang Penuh Makna

Setelah mempersiapkan segala sesuatunya dari jauh-jauh hari akhirnya  agenda pendakian ke Gunung Gede jadi juga dilaksanakan dari tanggal 12-14 juli 2018. Hal yang berlu diperhatikan jika ingin mengadakan pendakian ke gunung  Gede adalah mendaftarkan diri H-30 karena jumlah pendaki dibatasi kuota. Jalur pendakian Cibodas kuotanya 300 orang, jalur pendakian gunung Putri 300 orang dan jalur pendakian dari pos Selabintana 200 orang.

Gunung Gede
Jalur favorite pendakian yang selalu ramai adalah pos gunung Putri dan pos Cibodas. Sementara pos Selabintana adalah jalur tersepi peminat. Jalur ini tidak dianjurkan bagi pendaki pemula selain jarak tempuh yang  panjang dibanding jalur lainnya. Medan yang dilalui terjal juga masih banyak satwa hutan yang berkeliaran bebas di perlintasan. 



Semula rombongan kami yang akan berangkat  terbagi dalam tiga kelompok dengan jumlah masing-masing kelompok sepuluh orang, namun seiring dengan masa tunggu sampai hari H pemberangkatan jumlah rombongan kami berguguran satu per satu dengan berbagai alasan sehingga pada hari H pemberangkatan jumlah kami hanya sembilan belas orang.




Jalur pendakian ke puncak gunung Gede bisa dicapai dari pos Gunung Putri, pos Cibodas dan pos Selabintana Sukabumi, dan kami berenca mengadakan perjalanan saat pemberangkatan dari pos gunung Putri dan pulang menuju pos Cibodas. 


 Kamis 12 Juli 2018  dengan peserta yang tersisa tidak mengurangi semangat kami untuk tetap muncak. 

16.00 wib, sebagian peserta berkumpul di sekretariat KPALH Gandawesi, karena ada sebagian rombongan yang bergabung di lokasi pemberangkatan. 

18,00 wib, Setelah melakukan pengecekan ulang perlengkapan dan segala sesuatunya selesai kami mulai meluncur meninggalkan kota Bandung
menuju Cipanas Cianjur. 

21.00 wib, Rombongan sudah sampai di home stay yang lokasinya berdekatan dengan pos pengurusan Simaksi dan pemeriksaan kesehatan. 

Bagi pendaki dari luar kota yang akan mengadakan pendakian dan berniat untuk bermalam sebelumnya banyak rumah penduduk yang bisa disewa. 

Sesampainya di tempat kami menginap tak banyak yang dilakukan selain malam bertambah larut kami perlu istirahat untuk bersiapan pendakian esoknya dan kami semuanya beristirahat

Jum'at 13 Juli 2018

09.00 wib. Setelah sarapan pagi dan peserta rombongan yang nenyusul kedatangannya lengkap kami menuju pos pengurusan Simaksi dan cek kesehatan. Alhamdulillah semua proses dilewati cukup lancar. 

09.35. Semua bersiap menuju pos 1 untuke menyerahkan simaksi ( surat izin menasuki kawasan konservasi) dan melakukan perjalan. 

Jalur dari pos gunung Putri dari mulai pemberangkatan sudah dihadapkan dengan tanjakan panjang, hanya perjalanan belum terasa  memayahkan selain stamina masih fress juga cuaca belum begitu panas. 

11.20 wib, kami beristirahat untu melaksanakan sholat dzuhur dan maksi guna mengganti energi yang terkuras habis saat meniti tanjakan. 

13.00 wib melanjutkan perjalanan. Rombongan melangkah dengan energi baru dan tetap semangat. Kami berjalan menyusuri selangkah demi selangkah jalur yang dilalui. Durasi kecepatan langkah kami santai walau jarak bisa ditempuh dari pos gunung putri sampai bukem alun-alun Surya Kencana normalnya empat jam kenyataanya kami lebih lama.

17.15 wib kami sampai di pos Lawang Saketeng, kondisi fisik sudah mulai terasa kepayahan, ditengah rasa lelah seketika hilang saat menjumpai tenda penjual makanan, rombongan beristirahat sambil menikmati pisang  goreng, tempe goreng dan minuman. 

17.30 wib. Matahari mulai terasa redup cahayanya  hari menjelang senja dan kami tidak ingin kenalaman untuk tiba di Surken. kami melanjutkan perjalanan. 

18.10 wib, Alhamdulillah tiba di tempat tujuan alun-alun timur Surken. Bersyukur cuaca cerah dan kami masih bisa menikmati keindahan Surken dengan hamparan rumput dan bunga Edelwis, kami tak ingin melewatkan keindahan  senja di Surken maka selfie sesaat dan melanjutkan perjalanan menuju Surken Barat  untuk mendirikan tenda dan beristirahat.

Sabtu, 14 Juli 2018

08.30. Usai sarapan dan berkemas rombongan bersiap menuju puncak Gede. Norma jarak tempuh dua puluh sampai  tiga puluh menit pada kenyataannya setiap peserta punya catatan waktu yang berbeda saat tiba di puncak. Walaupun hari masih pagi dan cadangan energi masih full, mungkin karena lelah perjalanan hari kemarin. Pendakian menuju puncak terasa memayahkan. 

Menyelesaikan trek jalan berbatu  menanjak yang cukup terjal dan bikin termehek-mehek, terbayar puas saat tiba dipuncak dan menyaksikan indahnya lasnkap alam dari ketinggian. 

10.00 wib. Keindahan puncak Gede membuat kita  betah berlama-lama menikmatinya, namun karena waktu tempuh perjalanan pulang yang panjang akhirnya kita dengan berat hati harus segera melanjutkan perjalanan. 

11.55 wib, kami tiba di pos Kandang Badak. Pos yang normalnya bisa ditempuh dalam waktu empat puluh menit lagi-lagi kita diatas rata-rata😁😁. 
Pos Kandag Badak adalah pos pavorit untuk beristirahat dan mendirikan tenda, di pos ini juga tersedia toilet, musola dan banyak dijumpai penjual makanan.  

14.00 wib. Sebenarnya waktu istirahat kamiterlalu lama di pos Kandang Badak ini hampir dua jam, dan ternyata membuat kami kemalaman tiba di pos Cibodas. 



17.20 kami tiba di pos Panyangcangan, andai waktu masih siang kita bisa menikmati indahnya curug Cibeureum yang jaraknya tidak jauh dari perlintasan.  Bersyukur kami masih bisa menikmati jembatan rawa Gayonggong  dan bisa berpoto bareng rombongan. 
Saat azan magrib terdengar dari salah satu hp peserta rombongan kami menghentikan perjalan tepat di pos telaga biru. 



Dengan penerangan senter ditangan masing-masing peserta kami melanjutkan perjalanan dan tiba di pos Cibodas saat adzan isya. 

21.00. BMW Bandung.

Agenda berikutnya usulan komandan Adventure kang Endang Irwansyah, muncak ke Trivel S (Sindoro, Sumbing, Selamat). Bagi peserta siapkan lagi segala sesuatunya.

Ditulis oleh Mien Riesa Mintarsyah

Napak Tilas Pendakian Bersama

SALAM LESTARI !!

Sehubungan dengan akan diadakannya salah satu kegiatan dari dewan pengurus kami memberitahukan dan mengajak akang teteh dan seluruh anggota Gandawesi yang ingin ikut bergabung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini yang insyaallah akan diadakan pada waktu :

Hari / tanggal : jumat, 13-15 juli 2018
Kegiatan : Pendakian Bersama
Lokasi : Gn. Gede
Jalur : Gn. Putri-Cibodas


Yang mau ikut pendakian diharapkan mendaftarkan diri paling lambat tanggal 4 juli 2018 karena kuota terbatas untuk booking online. Untuk info bisa dilihat di pamflet atau bisa tanyakan langsung kontak yg tertera di dalam pamflet Terimakasih

SALAM LESTARI !


Selamat Idulfitri 1439 H

Segenap Redaksi Gandawesi Media Mengucapkan Selamat Idulfitri 1439 H.
Mohon Maaf Lahir dan Batin



Kembali Kepada Tuhan

Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,
maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.Begitulah caranya!
Jika engkau hanya mampu merangkak,
maka merangkaklah kepadaNya! Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk, 
maka tetaplah persembahkan doamu yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;  kerana Tuhan, dengan rahmatNya akan tetap menerima mata Uang palsumu! Jika engkau masih mempunyai seratus keraguan mengenai Tuhan,
maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja. 
Begitulah caranya! Wahai pejalan!
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji, ayuhlah datang, dan datanglah lagi!Kerana Tuhan telah berfirman:
“Ketika engkau melambung ke angkasa
ataupun terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah kepadaKu, kerana Akulah jalan itu.”

(Jalaludin Rumi) 

The Journey Begin!

Tepat di malam idulfitri, redaksi mengeluarkan tema baru "The Journey Begin!" Sebagaimana perjalanan jauh yang selalu dimulai dari satu langkah maka perjalanan kali ini juga akan dimulai dari hal-hal yang terjangkau.
Setiap orang berhak menentukan titik awal pemberangkatan. Demikian juga redaksi Gandawesi.or.id ini yang selalu menjajaki awal-awal baru dalam sebuah perjalanan.
Dari media buletin gandawesi cetak yang disebarkan terbatas di kalangan kampus Universitas Pendidikan Indonesia dan organisasi pecinta alam di Bandung, kini melangkah lagi terus membenahi diri lewat media yang sedang anda baca ini.
Menjelajah untuk berbagi pengetahuan adalah awal perjalanan di media elektronik kemudian kini dengan semangat baru "The Journey Begin!" agar tidak terlena dengan setiap shelter pemberhentian sementara. Selalu terus membangun semangat maju untuk gerakan Pecinta Alam di Indonesia.

Buka Bersama Pecinta Alam Bandung Raya

Halo selamat pagi dan salam kesetaraan untuk kita semua. Akan ada acara "BUKBER BARUDAX PA BANDUNG RAYA" yang diselenggarakan oleh FK - KBPA -BR.  Mengajak rekan-rekan untuk bergabung di kegiatan bersama ini, yang insyaallah akan diselengarakan pada:

Hari/tanggal   : Rabu/06 Juni 2018
Pukul             : 13.00 - 20.30
Tempat          : Himpala Itenas Bandung
yukkk teman-teman kita sukseskan acara kita bersama ini. 

Ga ada lo, ga rame!!!

Kami panitia pun mengucapkan terimakasih banyak untuk rekan-rekan organisasi pecinta alam Bandung Raya yang sudah ikut berpartisipasi, kepada :
1. Jana Buana IMT
2. Baedau Petala SMAN 12 BDG
3. Mapaligi Unikom
4. Mataspala Ekuitas
5. KPA Wanagiri SMAN 1 Cileunyi
6. Repasmandala Lemahabang Cirebon
7. Mahatala Unjani
8. Napallima SMKN 5 BDG
9. Riksawana SMA YAS BDG
10. KAP3LA SMAN 24 BDG
11. Perpala SMA KP 2 BDG
12. Mahitala UNPAR
13. Gandawesi KPALH 
14. Luwing SMAN 14 BDG
15. Himpala Itenas Bandung
16. Mapala Argawilis
17. Jasamarga
18. PPGD Sadawana BDG
19. Dewadaru
(mohon maaf jika ada yg belum kesebut)

Untuk rekan-rekan yang ingin ikut berpartisipasi, kami panitia masih sangat terbuka lebar, karna ada beberapa pemenuhun kebutuhan yang masih belum terpenuh, dan kami sangat membutuhkan bantuan saudara-saudara, agar kegiatan ini dapat berjalan sesuai apa yang diharapkan dengan niat baik dan tulus.

Oh iya untuk rekan-rekan jika ada yang ingin documentary kegiatannya di tayangkan pada saat acara bukber ini, silahkan menghubungi kami panitia, agar documentary teman-teman bisa ditayangkan. (Maks Video nya durasi 2 menit yah).

Buat rekan-rekan yang ingin membantu kami panitia untuk mempublikasikan kegiatan ini baik secara online maupun offline silahkan menghubungi kami panitia juga dan atau teman-teman semua mau menyumbangkan rezekinya di acara ini agar kita buka bersama dengan hidangan yg sangat nikmat, kami sangat senang hati untuk menerima donasi dari teman-teman semua.


Inspirasi dari 8.848 mdpl

"Kali ini saya benar-benar percaya, bahwa yang ditempa oleh alam, hanya bisa dihentikan oleh Tuhan, bukan oleh manusia, apalagi oleh rasa putus asa.."


Belum selesai rasa bangga kita akan salah satu Anggota Gandawesi yang mencapai Basecamp Annapurna, lagi-lagi saya dibuat bangga akan keberhasilan 2 Srikandi Indonesia yang berhasil menyelesaikan 7 Puncak Dunia, yang dibawakan oleh 2 orang anggota Mahitala - Universitas Parahyangan, pagi tadi pada hari Kamis, 17 Mei 2018.

Ya, mereka memang berasal bukan dari anggota Gandawesi. Apalagi mahasiswi UPI. Mereka mahasiswi, yang berasal dari kampus lain, dan dari MAPALA lain. Lalu dimana letak titik kebanggannya?

Saya sedikit bercerita. Sepanjang perjalanan 8 tahun menjadi seorang anggota Gandawesi, yang juga MAPALA.

Saya rasa semua MAPALA sama. Kami masuk kuliah. Melalui berbagai macam tes. Lalu lulus. Berikutnya kami mengikuti masa orientasi kampus. Memilah milih UKM mana yang akan kami masuki. Jatuhlah pilihan pada UKM Pecinta Alam. Di sana lagi-lagi mengalami orientasi. Bahkan jauh lebih sulit daripada orientasi kampus atau jurusan. Berhari-hari di hutan. Rindu rumah. Rindu keluarga. Rindu makan enak. Rindu tidur nyaman. Lalu kami lulus dan disematkan syal, serta dinyatakan menjadi anggota. Lalu kami menghabiskan masa 'bodoh' kami saat jadi Anggota Muda. Menjadi anak bawang yang harus rela diminta kesana-kemari. Lalu kami lulus, menjadi Anggota Biasa/Penuh. Merasakan mengurus organisasi. Harus menerima kritik dari kanan dan kiri. Jangan tanya kami makan 3x sehari atau tidak, kami mandi atau tidak, kami beli baju baru atau tidak, yg kami pikirkan bagaimana roda organisasi berputar. Di samping itu, kami harus kuat dipandang sebelah mata oleh dosen. Tak jarang beberapa dari kami menerima 'surat-cinta' dari kampus, karena terlalu sering ke sekretariat daripada ke kelas untuk kuliah. Beberapa dari kami-pun pernah merasakan hebatnya menjadi 'multitasker' karena teman sejawat lagi-lagi melupakan bahwa kami manusia, bukan robot yang harus meng-handle pekerjaannya.

Ya, itu semua pernah saya alami. Sehingga buat saya, puncak Everest itu mimpi. Bualan. Lulus saja sudah syukur. Apalagi mengerjakan ekspedisi sebesar itu. Bisa mengumpulkan uang dan pergi ke Rinjani saja sudah merasa hebat. Apalagi pergi ke puncak tertinggi di dunia. Kampus memberi kami uang berkegiatan saja sudah Alhamdulillah. Jangan minta uang sampai ratusan juta bahkan miliaran ke kampus, yg ada mungkin proposal mu dilempar dan kau dianggap gila. Ya, buat saya, itu terlalu mimpi. Terlalu panjang tidurmu, jika bisa sampai ke Everest. Sementara jadi Anggota Biasa, tidurpun banyak pikiran.

Tapi semua itu berubah, semenjak saya mendengarkan press-conference WISSEMU kira-kira 10 bulan yang lalu. Pertanyaan saya bukan bagaimana fisik mereka, atau bagaimana 2 atlet mereka berlatih. Sama sekali bukan. Pertanyaan saya, lebih kepada tim manajemen mereka. Bagaimana mereka mengumpulkan uang? Bagaimana rapat persiapan mereka? Apa dalam rapat masih ada yang bolos dengan alasan mengerjakan tugas? Apakah anggota yang lulus hanya mengkritik tanpa membantu? Berapa biaya yang ditanggung oleh kampus mereka? Bagaimana kuliah mereka? Apakah dosen-dosen tetap memandang sebelah mata atau mendukung mereka? Dan pertanyaan-pertanyaan receh lainnya.

Kenapa receh? Ya, saya baru sadar. Mereka MAPALA. Tentunya punya masalah yang sama. Atlet mereka masih mahasiswa. Ketuanya pun masih mahasiswa. Alumni nya entah berjumlah berapa. Yang jelas, mereka MAPALA. Sama seperti Gandawesi, yang juga MAPALA. Mereka pasti punya masalah, seperti kita. Mereka terikat pada sebuah lembaga. Mereka punya limit masa perkuliahan. Ya, mereka sama. Mahitala sama dengan Gandawesi. Jika Mahitala bisa, mengapa Gandawesi tidak bisa?

Saya mengikuti perkembangan mereka dari media sosial. Tak jarang saya tanya langsung pada anggota Mahitalanya, karena beberapa ada yang kenal dan cukup dekat. Tapi, ketibaan mereka pagi tadi di puncak Everest benar-benar membuka mata saya. Mereka mampu, dan mereka bisa. Entah bagaimana teamwork mereka bekerja, tapi mereka berhasil menorehkan prestasi. Selain karena mereka Srikandi Indonesia pertama yang menuntaskan 7 puncak dunia, mereka juga (mungkin) wanita MAPALA pertama, yang secara organisasi mampu menancapkan bendera di puncak tertinggi dunia.

Saya termasuk anggota yang jarang membandingkan Gandawesi terhadap organisasi lain. Ya buat apa juga sih, pikir saya. Tapi kali ini, saya bangga terhadap Mahitala. Mereka bukan hanya membuat bangga, tapi mereka juga menginspirasi Pecinta Alam khususnya MAPALA di Indonesia. Mulai hari ini juga, saya percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Dengan birokrasi kampus yang berbelit-belit, anggota yang datang dan pergi, belum lagi harus membagi antara akademik dan organisasi. Tapi pasti bisa. Karena sudah ada yang membuktikannya dan bisa. Kali ini saya benar-benar percaya, bahwa yang ditempa oleh alam, hanya bisa dihentikan oleh Tuhan, bukan oleh manusia lagi, apalagi oleh rasa putus asa.

Semoga Gandawesi dan Pecinta Alam diseluruh Negeri punya puncak Everest nya masing-masing. Karena tidak ada yang tidak bisa dikerjakan oleh orang-orang yang dilatih dan dididik oleh alam.



SELAMAT kepada Hilda dan Didi yang telah berhasil menuntaskan rangkaian 7 Puncak Dunia. Terimakasih sudah menginspirasi. Semoga dengan prestasi kalian, dapat merubah orang-orang yang menganggap MAPALA yang katanya hanya sekelompok mahasiswa dengan kemeja lusuh dan tak pernah mandi. Semoga dapat merubah cara pandang dosen-dosen terhadap kami yang katanya kerjaannya hanya main tanpa makna. Dan yang terpenting, semoga prestasi kalian, mengguggah prestasi-prestasi anggota MAPALA lainnya untuk kemajuan Bangsa Indonesia. Ditengah aksi terorisme yang sedang merebak di Negeri ini, terimakasih kalian mampu mengharumkannya kembali.

Ditunggu sharing nya di Gandawesi.













Cerita Pendakian Gunung Ciremai

"Kuliah tong ngaganggu ulin!" 

Kegiatan di alam terbuka kadang menjadi bentuk yang bikin pegiatnya ketagihan. Selalu ada keinginan untuk bergiat dan terus bergiat. Mendaki gunung, menyusuri pantai, mengarungi jeram, memanjat tebing adalah hal menyenangkan untuk terus dilakukan sekalipun sudah bukan lagi tercatat sebagai mahasiswa atau anggota aktif di kampus. 

Slogan "Kuliah tong ngaganggu ulin" ini benar-benar mewujud dalam kehidupan selepas lulus. Salah satunya adalah cerita di bawah ini. Anggota Gandawesi, Neneng Rusminingsih bersama anggota keluarganya lengkap melakukan kegiatan pendakian gunung. 



Inilah cerita yang menarik di simak! Setelah kemarin lulus uji coba pendakian Tangkuban Perahu, Alhamdulillah Allah SWT masih mengizinkan saya dan keluarga juga sahabat serta tim Gandawesi pada tgl 10 Mei 2018 di perkenankan untuk mendapatkan kesempatan bisa melaksanakan pendakian puncak Gunung Ciremai di Kuningan dengan ketinggian 3078 mdpl. 
Dengan rombongan 18 orang.

Tepat Pada tgl 10 perjalanan kami di mulai dengan berkumpul bersama di sekretariat GANDAWESI kemudian di lanjutkan perjalanan ke Kuningan, sampai di lokasi bumi perkemahan pada malam hari kami menginap utk persiapan pendakian awal.

Tiba esok hari pada tgl 11 mei rombongan memulai pendakian dengan menempuh perjalanan 9 jam kita berhasil mencapai pos 7 dengan dilanjutkan pemasangan tenda dan kemudian menginap kembali di temani hawa dingin yang menusuk.

Tepat pada tgl 11 Mei pukul 3 dini hari kita melanjutkan kembali perjalanan dengan memakan waktu 5 jam dan alhamdulillah dengan di sambut sunrise juga matahari pagi yang hangat kita semua selamat sampai puncak Gunung Ciremai. 

Terimakasih ya Allah atas izinMu kami semua bisa aman selamat berhasil mencapai puncak Gunung Curemai. 

Sebagai penutup, saya pribadi mengucapkan Terima kasih banyak untuk 
Kang Endang Irwansyah, A Panji Mahesa Halimawan juga Alyaa Aisyahra  yang selalu suport mamahnya, juga untuk Kang Mprit dan Teh mimin dengan 2 putra dan 1 putrinya, Teh Usi yang luar biasa , Kang Rusli, Kang Matt Danro, Kang Nur Cahya. Untuk tim logistik yang super keren Cholid, Habib, Dewi, Nida dan Dela. 

Semua sudah menemani perjalanan, semoga kesehatan selalu menyertai kita dan berharap Allah SWT masih memberi kesempatan kita untuk perjalanan pendakian lainnya di hari esok yang lain amiin YRA.

Asik bukan? Inilah dokumentasi lainnya!






Arung Jeram Seru Bersama Kanigara

Arung Jeram atau rafting menjadi salah satu alternatif kegiatan di alam terbuka yang memberikan sensasi menarik untuk dicoba.

Inisiatif berkegiatan di alam terbuka tak pernah lekang oleh waktu. Adalah para anggota Gandawesi angkatan 14, 15, dan 16 pada tanggal 28 April 2018 bekerjasama dengan Kanigara Outdoors Management melakukan kegiatan Arung Jeram di Pangalengan. 



Berangkat dari mulai pagi hari sampai berkumpul di lokasi tepatnya di sebuah situ di Pangalengan kemudian bersama-sama melakukan pengarungan yang dipandu oleh tim ahli dari Kanigara.

Inilah keasyikan dan keseruan selama mengarungi sungai.
















Seru dan asyik bukan? Ayo kita Arung Jeram bersama Kanigara! 











Gandawesi Menjejak Annapurna di Pegunungan Himalaya

"Because It's There!" (Sir Edmund Hillary) 


Gandawesi KPALH menjejak Basecamp Annapurna. Melalui instagram story-nya Nandang Sanjaya mengonfirmasi pencapaian sampai basecamp Annapurna. 


Annapurna terkenal ketika salah seorang penulis yang bernama Arlene Blum menuliskan kisah dramatis ekspedisi Wanita pertama ke Himalaya. 


Dalam referensi lainnya, inilah catatan seputar Annapurna.

Annapurna adalah salah satu gunung tertinggi didunia yang berada di Pegunungan Himalaya. Gunung ini memiliki delapan buah puncak, yang tertinggi adalah satu di antara tiga puncak yang dimiliki Annapurna I.

Annapurna I memiliki tiga puncak yang disebut dengan:

Selain itu Annapurna juga memiliki beberapa puncak yang lain dengan ketinggian di bawah 8.000 mdpl :

Semoga perjalanan penuh makna bisa terus kita lewati dengan baik!

Inilah dokumentasi lainnya kala Gandawesi KPALH menjejak Annapurna.











Gerakan Gandrung Tatangkalan di Bandung

Gerakan Gandrung Tatangkalan (Rakgantang) adalah gerakan penanaman pohon dan penghijaun pada lahan kritis dan pekarangan rumah yang dicanangkan oleh Mang Ihin (Solihin GP) pada saat menjadi Gubernur Jawa Barat tahun 1970. Rakgantang menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah gerakan lingkungan hidup di Indonesia karena dilakukan sebelum diadakannya Konferensi Internasional pertama tentang Lingkungan Hidup yang diprakarsai oleh PBB pada tahun 1972 di Stockholm, Swedia. Seperti kita ketahui, Konferensi Stockholm menyepakati pembentukan UNEP (United nation Environment Programme) dan ditetapkannya tanggal 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Gagasan Rakgantang bisa dikatakan sangat visioner pada jamannya mengingat pada saat itu belum banyak kerusakan hutan di Jawa Barat, akan tetapi Mang Ihin sudah menerapkan sendi-sendi “GO GREEN” dengan melibatkan semua lapisan masyarakat. Dalam melaksanakan program Rakgantang, tidak hanya orang dewasa saja yang dilibatkan, anak-anak usia sekolah pun sudah diikutsertakan. Para guru mensosialisasikan Rakgantang di depan kelas tentang bagaimana pentingnya pepohonan untuk kehidupan manusia di dunia ini. Murid pun diajari bagaimana cara menyemai benih, memeliharanya, dan kemudian menanamnya pada tanah-tanah yang rawan longsor dan tanah yang di bawahnya terdapat mata air. Pendek kata, Rakgantang telah menjadi “memori kolektif” para orang tua yang pada saat itu duduk di bangku sekolah.

Saat ini lahan kritis di Jawa Barat semakin banyak dan tentunya berdampak terhadap adanya banjir, longsor dan bencana ekologis lainnya. Kondisi ini pada akhirnya memunculkan gagasan untuk mengaktifkan kembali Rakgantang dalam rangka percepatan pemulihan kawasan lindung dan lahan kritis di Jawa Barat. Soft Launching Rakgantang versi kekinian tersebut sudah dilaksanakan di Posko Pembibitan Rakgantang di Ciporeat – Cilengkrang Kabupaten bandung pada 10 September 2016 yang dibuka langsung oleh Mang Ihin. Pada acara tersebut Mang Ihin juga menobatkan Duta Rakgantang yaitu Yeni Fatmawati dan Denny Chandra untuk bisa menyampaikan pesan penyelamatan lahan kritis di Jawa Barat kepada pihak yang lebih luas.

Dalam rangka mengoptimalisasi pencapaian Rakgantang versi baru tersebut maka DPKLTS sebagai fasilitator bekerjasama dengan Duta Rakgantang akan mengadakan kegiatan “Riung Mungpulung Rakgantang” yang Insya Allah akan diselenggarakan pada 6 Mei 2008 di Hutan Kota Babakan Siliwangi.

Segenap Redaksi Mendukung Gerakan Gandrung Tatangkalan di Bandung (dok. iden)


Laporan Tim Assesment Bencana Longsor di Cianjur

Beberapa hari yang lalu terjadi bencana di Cianjur. Salahsatunya terjadi longsoran tanah yang mengenai sawah dan kolam warga di RT 3 Desa Wangun Jaya Dusun Sukajadi, Cianjur. Bersama tim dari kelompok Pecinta Alam lain, Gandawesi turut mengirimkan Tim assesment bencana longsor dan banjir desa Wangun Jaya Cianjur tersebut. Mereka adalah Dela dan 2 orang anggota Gandawesi yaitu Nuraida dan Anida sebagai tim wawancara warga ke tiap kepala keluarga.



Inilah laporan dari tim assesment.

*REPORT TIM ASSESMENT*
*Waktu : Rabu, 02 Mei 2018*
*Tugas : Assesment Ploting Area*
*Tempat: Desa Wangun jaya, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur*

*A. Pemukiman* 
-Batas Wilayah RT 05-RT 01 Koordinat S 07 ⁰24'54,4" E  107 ⁰20'19,8"
- Batas Wilayah RT 05-RW 10 Koordinat S 07 ⁰24'54,4" E 107 ⁰20'28,7"
- Batas Wilayah RT 05-RT 04 Koordinat S 07 ⁰24'55,3" E 107 ⁰20'37,8"
Batas Wilayah RT 05-RT 03 Koordinat S 07 ⁰24'47,3" E 107 ⁰20'29,1" & S 07 ⁰24'51,4" E 107 ⁰20'22,1"

*B.Sawah*
- AREA PERSAW AHAN 1 S 07 ⁰24'43,5"
E 107 ⁰20'37,8"
- AREA PERSAW AHAN 2 S 07 ⁰24'45,6"
E 107 ⁰20'26,4"
- AREA PERSAW AHAN 3 S 07 ⁰24'50,2"
E 107 ⁰20'24,9"
Keterangan : Karena area persawahan  secara keseluruhan terlalu luas jadi dibagi menjadi  3 area.



*C.Perkebunan*
- AREA PERKEBUNAN I S 07 ⁰24'45,4"
E 107 ⁰20'52,0"
- AREA PERKEBUNAN  2 S 07 ⁰24'52,0"
E 107 ⁰20'38,6" 
Keterangan Karena area perkebunan secara keseluruhan terlalu luas jadi dibagi menjadi 2 area.

*D Irigasi*
- AREA TIM BUNAN 1 S 07 ⁰24'35,1"
E 107 ⁰20'36,2"
- AREA TIM BUNAN 2 S 07 ⁰24'39,0"
E 107 ⁰20'29,9"
- AREA TIM BUNAN 3 S 07 ⁰24'42,4"
E 107 ⁰20'28,5"

*E. KOLAM* 
- AREA KOLAM IKAN 1 S 07 ⁰24'45,4"
E 107 ⁰20'29,2"
Keterangan : 2 Kolam
-AREA KOLAM IKAN 2 S 07 ⁰24'49,4"
E 107 ⁰20'29,2"
Keterangan: Satu Kolam
- AREA KOLAM S 07 ⁰24'44,9"
E 107
Keterangan : Satu Kolam

*TAMBAHAN*
- TITIK AW AL LONGSOR KE ARAH RT 05 S 07 ⁰24'45,81"E 107 ⁰20'38,2" 
- AKSES JALAN YANG TERTIM BUN S 07 ⁰24'55,2"E 107 ⁰20'30,5"
Keterangan : AKSES RT 03,
RT05,RT 04

*KRONOLOGI PERJALANAN *
*Selasa 01/05/2018*
-Pukul 14.36-15.05 Pemberangkatan dari Sekertariat MAWARGA
-Pukul 15.05-16.57 Rest di Mapagri untuk melengkapi logistik yang dibutuhkan
-Pukul 18.20-18-45 Ishoma
-Pukul 18.45-20.00 Melanjutkan perjalanan menuju RT 05/ RT 03 Desa Cipicung Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur
-Pukul 20.00-20.45 Ishoma
-Pukul 20.45-22.36 Melanjutkan perjalanan
-Pukul 22.36 Sampai di RT 05/ RT 03 Desa Cipicung Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur
Rabu 02/05/2018
-Pukul 05.00-08.15 persiapan untuk melakukan Assesment
-Pukul 08.15-12.00 Mulai melakukan pendataan RT 05, Wawancara masyarakat, ploating area, dan Dokumentasi
-Pukul 12.00-14.15 ishoma
-Pukul 14.15-17.30 Melanjutkan kegiatan pendataan RT 05, Wawancara masyarakat, ploating area, dan Dokumentasi
-Pukul 17.30-19.30 Ishoma
-Pukul 19.30-21.57 Melakukan perekapan data.


 
Copyright © 2014 gandawesi.or.id. Designed by OddThemes