BREAKING NEWS

Gandawesi Hidupkan Lagi Wisata Grajagan

Bagi pelancong, wisata bahari menjadi primadona tersendiri. Apalagi, berwisata bersama dengan rekan sejawat. Banyak rekaman kenangan yang bakal tersimpan dengan baik di memori masing-masing pelancong itu.

Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi adalah pantai Grajagan, Banyuwangi, Jawa Timur. Wana wisata di ujung timur pulau Jawa ini sempat menjadi primadona, terutama bagi pelancong domestik maupun mancanegara. Namun, kini semakin ditinggalkan karena kalah saing dengan wisata kreatif yang semakin menjamur di wilayah itu.

Tim ekspedisi Sisig Basisir, Kelompok Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (KPALH) Gandawesi, berupaya menghidupkan lagi wisata alam di pantai itu. Sedikitnya, 9 orang tim diterjunkan untuk melihat permasalahan dan potensi wisata yang mesti dibangkitkan lagi.

Salah satunya menyoal kebersihan pantai yang selalu dianggap remeh pengelola. Termasuk di pantai Grajagan, Banyuwangi. Padahal, tempat ini memiliki beragam fasilitas, mulai homestay, toilet, balai tamu, goa Jepang, hingga spot foto yang instagramable.

"Sekarang agak sepi. Beda dengan dulu, sebelum banyak tempat wisata lain di Banyuwangi, pantai Grajagan ini paling ramai dikunjungi karena satu-satunya wisata yang menarik. Tapi kini, kondisinya tak terawat, gersang, sampah daun dan plastik berserakan," ujar komandan operasional Ekspedisi Sisig Basisir, Gani Gunawan, Minggu (4/3/2018).

Pengelolaan lingkungan ini, ungkapnya, menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pengelola wisata. Menurutnya, pengelolaan wisata pantai bisa dipadupadankan dengan wisata kuliner yang ada di sekitar itu. Selain mata indah memandang, perut juga bisa menjadi kenyang.

"Oia, disini juga ada cilok (istilah makanan kecil asal Bandung, Jawa Barat). Tapi, di sini namanya bakso angger, padahal rasanya cilok. Banyak juga penjual rujak, mulai rujak buah, daging, hingga soto, dinamai rujak," katanya.

Untuk mencapai pantai Grajagan, kita bisa gunakan bis atau angkot yang mengarah ke sana. Lalu turun di daerah Benculuk untuk dilanjutkan memakai angkutan desa atau ojeg. Kita juga bisa bawa kendaraan sendiri mengarah ke selatan Banyuwangi sejauh 52 kilometer. Saat sampai di pintu gerbang, siapkan kocek untuk tiket seharga Rp 8 ribu per orang.



Menurut Ketua Tim Ekspedisi Sisig Basisir, Hamdan Hafidhuddin, setiap anggota ekspedisi diwajibkan mengikuti bina jasmani sebelum beraktivitas setiap harinya. Termasuk di pantai Grajagan, tujuan pertama yang didatangi tim. Terdiri dari Gani gunawan, Bagus ilham khoir, Piona chessonia masyer, Azhar adhiyatso, Desy anita syabaniah, Hamdan Hafidhuddin,

"Saat tiba di pantai Grajagan, kita langsung bergerak untuk pengambilan data kebersihan pantai dan terbagi jadi 3 kelompok. Saya dan bagus bergerak ke arah barat pantai. Aso dan Piona bergerak ke arah timur. Sedangkan Gani dan  Desi melakukan wawancara ke petugas pengelola pantai," katanya.



Share this:

7 komentar :

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. wah jadi keinget momen dulu pas di pantai ini

    BalasHapus
  3. duh miris dengan kondisinya ya kak. padahal destinasi potensial. saya selalu suka pantai

    BalasHapus
  4. Kegiatan sosial yang banyak manfaatnya, sukses selalu kang .

    BalasHapus

 
Copyright © 2014 gandawesi.or.id. Designed by OddThemes