BREAKING NEWS

17 Agustusan di Gunung Guntur Bersama Anak

Cerita 17an di Gunung Guntur - Garut, Jawa Barat yang dilaksanakan pada 16-17 Agustus 2018 adalah catatan seorang anggota Gandawesi Matt Danro

Sekitar Tahun 2011 bulan Juni setelah lahir anak laki-laki pertama saya, di temani team 2 org melakukan pendakian ke gunung guntur, Garut. Ceritanya sih bukan janji atau nadzar seperti biasanya tapi hanya berucap kalau anak pertama lahir laki-laki mau naik gunung ah, ucapku spontan waktu itu. Lalu berharap bisa bareng dia naik gunung ke guntur lagi. Insyaalloh

Mahasabdika Yawabumi ( Aa ) nama anak laki-laki pertama saya yang di maksud di atas. Sekarang dia berumur 7 tahun. 1 bulan sebelum hari kemerdekaan 2018 dia selalu bertanya tentang mendaki gunung dan ingin di belikan tas gendong outdoor. Ya sudah saya belikan aja biar dia semangat untuk tahu apa yg dibutuhkan ketika mendaki.

Pada akhirnya dengan niat dan ucap Bismillah saya berangkat ke Garut untuk melakukan pendakian. Gunung Guntur adalah gunung pertama yang akan didaki oleh anak saya, walaupun sering saya ajak hikking tapi ini yang pertama buat anak saya. 

Pendakian kali ini hanya untuk melatih, seberapa kuat mental serta kesabaran diri saya ketika mendaki dengan anak sendiri. Dan keingintahuan akan mental serta fisik anak laki-laki pertama saya.


Memang sangat berbeda sekali ketika kita mendaki dengan team pendaki, mereka sudah mengerti apa yg perlu di siapakan dan yang harus di bawa, berbeda dengan kita membawa anak di bawah umur. Ada beberapa hal yg perlu di perhatikan ketika kita membawa anak di bawah umur :

1. Pelajari dan cari info gunung mana yang bersahabat untuk anak di bawah umur
2. Persiapkan logistik yang efektif dan taktis untuk di bawa
3. Bawa perbekalan yg memang dia sukai termasuk snack atau makanan ringan lainnya
4. Bawa obat-obatan yg sekiranya berguna
5. Usahakan fisik kita 2 kali lebih kuat dari biasanya
6. Biasakan berdoa sebelum dan sesudah melakukan perjalanan atau berkegiatan apapun
7. Lakukan percakapan santai serta menghibur ketika dalam perjalanan, bahas hal yang memang sedang dia kagumi seperti SPIDERMAN kalau anak saya (dinamika perjalanan)


8. Informasikan hal-hal yang ditemui di perjalanan, mana saja yang boleh atau tidak boleh dilakukan ( seperti mencorat-coret di batu/ vandalisme, buang sampah serta etika buang hajat ) untuk mengedukasi dia
9. Jangan terlalu sering menyampaikan harapan palsu, seperti bentar lagi nyampe dll. Anak akan jenuh dan drop.
10. Ketika drop, bolehlah sekali kali kita evakuasi/ gendong untuk jarak dekat saja dan terus kita motivasi lagi
11. Berikan asupan makanan sebelum tidur untuk menghindari dehidrasi dan sebelum summit untuk menambah energy extra
12. Selalu dampingi dan awasi setiap gerak-geriknya
13. Jangan terlalu memaksakan berjalan ketika sedang drop. Istirahat saja dulu Karena perjalanan ini harus pulang kembali dengan sehat dan selamat
14. Sekali kali berikan pujian utk dia ketia ada 1 pencapaian
15. Pastikan semunya dalam kondisi baik dan benar karena tujuan kita hanya untuk belajar menghargai serta menikmati alam ciptaanNya



Terharu memang melihat semangat serta perjuangannya lalui trek demi trek yang awam serta bahaya utk anak di bawah umur. Tapi saya percaya pada saat itu klo anak saya mampu.





Bangga tersirat dalam jiwa raga saya menyaksikan anak saya bisa melakukan perjalanan yang tidak biasa. Disini saya sebagai ayahnya dan sewaktu waktu saya memposisikan sebagai teman buat dia. Supaya dia bisa belajar membedakan segalanya. Ini moment terbaiku selama mendaki gunung dan pelajaran berharga yg tak akan hilang di telan waktu.

Terima kasih Alloh SWT
Terima kasih keluarga kecilku

Salam Lestari




Share this:

2 komentar :

  1. Semoga kelak anaknya jadi pecinta lingkungan dan Menteri Lingkungan Hidup

    BalasHapus
  2. Duh, Gunung Guntur, kalo siang ini panas betul. Apalagi kalo dapet spot tenda yang tidak di bawah pohon.

    BalasHapus

 
Copyright © 2014 gandawesi.or.id. Designed by OddThemes